-->

Harga Kain Batik Solo per Meter Dari Jenis Katun

Sepasang kain tradisional terkenal yang diproduksi di Solo yaitu batik dan lurik. Batik merupakan ikon penting dari budaya Negara kita. Batik yang berasal dari daerah sekitar Solo dan Jogja populer sebagai batik keraton. Secara tradisional warna yang diterapkan untuk batik ini adalah biru yang melambangkan bumi, cokelat yang melambangkan api dan putih yang melambangkan udara dan air. Batik Solo menggunakan sogan (cokelat) dengan latar belakang kuning pucat.


Kain Batik Solo

Kain Batik Solo

Jika Anda berbelanja batik di Solo, cobalah Pasar Klewer, pasar tekstil dengan berbagai macam batik yang akan membuat bingung konsumen saking banyaknya. Harga kain batik Solo per meter di pasar ini bisa hanya setengahnya dari apa yang Anda bayarkan di toko. Pilihan batik print yang dijual bisa sangat banyak, jadi konsumen harus selalu berfokus pada apa yang memang dibutuhkan saja. Keterampilan menawar di pasar batik Solo ini sangat penting dan merupakan bagian dari keasyikan tersendiri. Harga kain batik Solo per meter akan bervariasi tergantung pada kualitas kain, proses, jumlah detail, kualitas pewarna dan adanya cacat.

Masyarakat memfungsikan batik sebagai busana keseharian maupun di beberapa acara formal, misalnya pesta pernikahan atau juga sebagai busana kerja. Sehingga kain batik pas sekali dipilih sebagai buah tangan untuk rekan atau saudara. Namun, tak banyak yang mengerti filosofi dari tiap motif kain batik. Batik solo selain bervariasi dalam hal harga, juga motif. Ada banyak motif batik Solo seperti Kawung, Parang, Truntum dan masih banyak lagi.
1. Motif batik kawung bercorak bulat-bulat sedikit lonjong sebagaimana kawung yaitu jenis buah kelapa untuk kolang-kaling. Corak kawung tersebut dibuat geometris dan sejajar diantaranya bunga teratai yang mempunyai 4 potong kelopak. Masyarakat Jawa memaknai bunga teratai adalah simbol kesucian dan juga umur panjang. Masa lalu, motif batik yang satu ini hanya dipergunakan oleh pegawai kantoran saja. Namun saat ini telah banyak orang dari segala kelas yang mengenakan kain batik ini sebagai busana keseharian.

2. Kebanyakan orang menyebut jika motif batik Parang termasuk salah satu dari motif batik tertua di Indonesia. Motif parang menciptakan lukisan dengan susunan huruf S saling membelit satu sama lain dari tinggi ke rendah serta membentuk garis-garis diagonal. Parang diambil dari kata pereng dengan arti lereng. Motif huruf S tak terputus menyimbolkan kesinambungan.

3. Kata truntum diambil dari kata teruntum-tuntum yang artinya tumbuh kembali. Sehingga, corak kain batik ini menyimbolkan sesuatu yang bersemi lagi. Tak cuma bagi mereka yang sedang memadu kasih, namun juga bagi mereka yang telah menikah. Truntum pun punya arti penuntun ataupun pemberi teladan. Pengguna kain batik motif ini lazimnya kalangan orangtua ketika prosesi pernikahan anak mereka yang dikehendaki dapat menjadi anutan yang baik untuk anaknya. Kain batik ini umumnya mempunyai warna dasar hitam dengan motif bunga kecil-kecil di sana-sini. Motif kain batik ini pun cukup terkenal. Kini, tidak sedikit yang membuat kain batik ini untuk kemeja atau rok.
Harga kain batik Solo per meter ditawarkan cukup murah mulai dari Rp.20.000. Bahan yang digunakan pun dari jenis kain katun yang adem dan menyerap keringat dengan baik. Harga kain batik Solo per meter dari bahan katun Barkolis dengan teknik handprint dijual mulai Rp.30.000. Ukuran lebar kain batik ini adalah 115 cm. Sementara harga kain batik Solo per meter dari bahan katun Prima ditawarkan mulai Rp.34.000. Harga batik Solo dari bahan katun Prima lampion dengan teknik print kesik dijual seharga Rp.80.000/2 meter.
LihatTutupKomentar